Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Kabar Parlemen » Golkar Pastikan, Koalisi Pemerintah Baik-baik Saja

Golkar Pastikan, Koalisi Pemerintah Baik-baik Saja

  • account_circle jxu7h
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • visibility 89
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rakyat Merdeka – Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji membantah tudingan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Sitorus yang menyebut adanya ketidaknyamanan di internal partai-partai pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Sarmuji memastikan, hingga saat ini, koalisi Pemerintah berjalan baik dan tidak ada indikasi keretakan sebagaimana yang diduga Deddy. “Sejauh ini baik-baik saja,” kata Sarmuji di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Ia menegaskan, dugaan yang dilontarkan Deddy tidak memiliki dasar yang kuat. Bahkan, pernyataan tersebut tidak memenuhi syarat untuk disebut sebagai spekulasi karena tidak disertai indikasi apa pun.

“Dugaan yang bahkan disebut spekulatif pun tidak memenuhi syarat,” imbuhnya.

Sarmuji menjamin, tidak ada tanda-tanda ketidakharmonisan di antara partai-partai koalisi. Ia menganggap, Deddy terlalu cepat menarik kesimpulan.

Baca juga : PKB Jateng Ancang-ancang Hadapi Pertarungan Di 2029

“Karena untuk spekulatif pun mesti ada indikasinya. Ini tidak ada indikasinya sama sekali. Kalau bahasa kampusnya, jumping conclusion,” kata Sarmuji.

Sebelumnya, Deddy Sitorus menduga ada ketidaknyamanan di internal partai-partai koalisi Pemerintah. Alasannya, posisi PDIP sebagai penyeimbang Pemerintah terus dipersoalkan.

“Mengherankan sikap mereka ini. Apakah memang ingin sekali PDI Perjuangan juga punya menteri di kabinet, baru merasa tenang,” kata Deddy, Minggu (21/6/2026).

Deddy juga menduga ada pihak yang ingin mengadu domba PDIP dengan rakyat maupun Presiden Prabowo.

“Ataukah mereka ingin juga agar PDIP berada dalam situasi yang kurang menyenangkan. Saya jadi terpikir bahwa jangan-jangan ada masalah atau ketidaknyamanan di internal partai koalisi saat ini,” ujarnya.

Baca juga : Himbara Didorong Perluas Pembiayaan Ke Masyarakat

Ia lalu meminta partai-partai pendukung Pemerintah lebih fokus membantu kinerja kabinet dan menyelesaikan berbagai persoalan rakyat dibanding memperdebatkan posisi politik PDIP.

“Saya sarankan agar partai-partai itu fokus membantu menteri-menteri mereka di kabinet dan benar-benar menjalankan fungsinya di DPR. Banyak persoalan penting yang membutuhkan perhatian dan konsentrasi,” katanya.

Deddy juga menegaskan bahwa PDIP tidak pernah mempersoalkan posisi partai politik lain, baik pada era pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono maupun Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Perdebatan mengenai posisi politik PDIP mencuat setelah Ketua Bidang Ekonomi DPP Partai Golkar Mukhamad Misbakhun menyoroti sikap partai berlogo banteng menempatkan diri sebagai partai penyeimbang Pemerintah. Misbakhun menilai, posisi tersebut berpotensi menimbulkan kesan ambiguitas politik. Menurutnya, tidak tepat apabila sebuah partai ikut menikmati apresiasi publik terhadap program Pemerintah yang berhasil, namun mengambil jarak saat Pemerintah menghadapi kritik.

“Jangan memposisikan diri sebagai penyeimbang, tetapi ketika program Pemerintah yang bagus diapresiasi juga ingin mendapatkan poin. Sebaliknya, saat ada program Pemerintah yang bermasalah langsung mengkritik keras. Posisi politik dua kaki itu tidak elegan,” ujar Misbakhun, dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

Baca juga : Ekonomi RI Kuat Dan Kokoh Di Mata Investor Global

Dia mengingatkan bahwa PDIP memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan sehingga kritik yang disampaikan seharusnya lebih matang, proporsional, dan menawarkan solusi. Misbakhun juga menekankan pentingnya konsistensi sikap politik sebagai bagian dari pendidikan demokrasi bagi masyarakat.

“Silakan berbeda pandangan dan memberi kritik, tetapi jangan sampai publik menangkap kesan adanya ambiguitas sikap politik. Konsistensi jauh lebih mendidik bagi rakyat dibanding sikap yang berubah-ubah mengikuti situasi,” ujarnya.

Meski demikian, dia tetap mengajak seluruh partai politik mengedepankan semangat kerja sama untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. “Politik harus berwawasan kebangsaan, di mana kepentingan nasional diprioritaskan dibanding kepentingan politik praktis yang bersifat populis,” tegasnya. [BSH]

  • Penulis: jxu7h

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi VII DPR RI dan BRIN Bekali Pelaku UMKM Lamongan dengan Digital Marketing

    Komisi VII DPR RI dan BRIN Bekali Pelaku UMKM Lamongan dengan Digital Marketing

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle jxu7h
    • visibility 97
    • 0Komentar

    INFOParlemen.id – Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Golkar bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Lamongan. Salah satu upaya yang ditempuh yakni dengan menambah keterampilan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), melalui pelatihan digital marketing, yang digelar di Sport Center Lamongan, […]

  • Resmi Disahkan, Berikut Susunan Pengurus DPD Partai Golkar Tebo Periode 2026–2031

    Resmi Disahkan, Berikut Susunan Pengurus DPD Partai Golkar Tebo Periode 2026–2031

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle jxu7h
    • visibility 104
    • 0Komentar

    TEBO – DPD Partai Golkar Provinsi Jambi resmi mengesahkan kepengurusan DPD Partai Golkar Kabupaten Tebo periode 2026–2031 hasil Musda VI. Dalam susunan kepengurusan tersebut, Khalis Mustiko kembali dipercaya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Tebo, didampingi Liga Marisa sebagai Sekretaris dan Nur Khairon sebagai Bendahara. Selain jajaran inti, kepengurusan juga diisi oleh para Wakil Ketua, Wakil […]

  • Ahmad Doli: Komisi II Rekomendasikan Pembahasan RUU Pemilu Dilakukan Lebih Awal

    Ahmad Doli: Komisi II Rekomendasikan Pembahasan RUU Pemilu Dilakukan Lebih Awal

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle jxu7h
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia merekomendasikan agar revisi rancangan undang-undang tentang pemilihan umum (RUU Pemilu) untuk dilaksanakan pada awal tahun 2025 oleh Anggota DPR RI periode 2024-2029. Menurut Doli, revisi tentang aturan Pemilu sebaiknya dilakukan dengan jarak waktu yang jauh dengan agenda Pemilu, sehingga segala sesuatu yang akan berkaitan dengan Pemilu 2029, […]

  • Wamenaker: Investasi Harus Berdampak Nyata pada Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas

    Wamenaker: Investasi Harus Berdampak Nyata pada Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle jxu7h
    • visibility 101
    • 0Komentar

    BEKASI – Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan bahwa setiap investasi harus memberikan dampak nyata bagi penciptaan lapangan kerja berkualitas. Hal ini ditegaskan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, dalam peresmian fasilitas produksi baru PT Givaudan Indonesia di kawasan GIIC, Cikarang, Bekasi, Jumat (3/7/2026). Baca juga:HARI PANGAN SEDUNIA 2025 “Setiap investasi baru memiliki makna strategis bagi pemerintah dalam upaya […]

expand_less